Sebab Butiran Air Mata
Diposting oleh
Unknown
di
22.36
Selasa, 16 Februari 2016
Tatkala merenung menjadi sebuah harapan satu
Melangkah kaki yang hendak bertemu
Pada setitik jawaban akan kepastian yang semu
Dalam keheningan rasa dalam keramaian suasana
Bersandiwara pada balutan senyuman untuk semua
Jejak-jejak mimpi terus mengakui akan hakekat dunia
Demikian daku mencoba menjadi kisah yang abadi
Bertempur hebat oleh jutaan tantangan yang menerjang
Menjadi hambatan nyali yang tangguh hingga kan goyah
Pikirku pada janji-janji suci tuk tetap menapak antara bebatuan di jalanan
Sampai hembusan nafas terakhir jiwa raga tetap jadi perjuangan
Mengerti akan penyesalan masa lalu yang kelam menghanyutkan
Semakin memahami pula akan keras tajam hidup di dunia
Meski air mata terus berlinang di pipi
Air mata yang menjadi arti nyata perasaan ini
Ungkapan yang belum mampu terungkap jelas
Hanya dalam sujud bersimpuh pada-Nya akan kelemahan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Follow Me!
Total Pageviews
Popular Posts
-
Teruntuk Sahabat Seperjuanganku Dalam diamku merenung melamun Kala malam dan siang terus silih berganti Denting jam y...
-
Ketika Hatiku tak Terkunci Lagi Dalam setiap hembusan nafas ini mengalun bersama semilir angin yang menenangkan Detak jantung b...
-
Menguatkan Setiap Kelemahan Disebuah persembunyian kasih tanda tanya Terkapar hati menyali lirik suara melodi Setiap hari lekang ...
-
Dalam Bingkai Bumi Pertiwi Semilir sejuk bayu melambai-lambai Hiruk pikuk kicau burung membelai Melenyapkan senja jingga di ufu...
-
Dalam Teguran Nasehat Umi Terpuruk kian lama dalam heningnya hati Meski terpandang nyata keramaian diluar arti Mencoba berlari l...
-
Secercah untaian kata mengiringi nada-nada Meliuk lirih pada melodi yang menyuara Mendadak terhentak hati ini untuk berhenti berdeta...
-
Harapan Anak Penanti Asa Tuhan hadirkan hembusan nafas pada dikau Duhai insan yang nasibnya tak pernah dihirau Pada denting jam me...
-
Rintihan Insan Kecil Rintik-rintik hujan membasahi bumi Angin yang mencekam terus mera suki Dalam malam kelam tanpa taburan Hanya ...
-
Renungi diri Menikmati setiap detik hembusan nafas ini Mensyukuri setiao rahmat yang tak dapat tertandingi Merenungi butir-b...
-
Hingga Ujung Perjuangan Ini Tatkala merenung menjadi sebuah harapan satu Melangkah kaki yang hendak bertemu Pada setitik jawaban ...
Diberdayakan oleh Blogger.
Remember!!!
Andai ku Malaikat
kepakan sayapku

0 komentar:
Posting Komentar